Sabtu, 10 Juli 2010

Biru


Biru…pucat membeku, menggores hati.
Biru…perih berdarah, merintih lirih.
Biru…diam terpaku, tanpa suara.
Biru…sunyi mati, tiada berdaya.

Membekaskan luka,
Meneteskan air mata.

Biru…lebam dan kaku, menghimpit darah.
Biru…terkulai layu, menyesakkan jiwa.
Biru…membusuk pilu, menusuk dada.
Biru…teriris sembilu, seakan mati rasa.

Meninggalkan jejak dalam balutan luka.
Meredamkan rasa dalam tetesan air mata.





By: Ighoy Mahardika
19-11-09
22:00 – 22:20

Senin, 05 Juli 2010

Hell Was Made In Heaven


There was a time eating your mind

Eating your heart and your soul

Down to the bone always alone

Nobody waiting at home


Now allow that we unite our fire

Shout in out

Give yourself to me


Hell was made in heaven

I was made for you

Hell was made in heaven

Made for loving you in sin


Two years ago, you made the vow

Promised your life and your love

Of all that you’ve paid nothing return

What is enough is enough


By: Ighoy Mahardika

Do You Feel Good


When we were lovers
You called my names.
But, time goes on and you were gone.
I got told you’re a big shot for the ties
And take it from behind.

Now, you took a new flat
In a different town
And rumors are you’re wealthy now.
For that high class dress
Shows you earn well
Where strangers come and go.

Do you feel good?
Do you feel fine?
Did you achieve what you had in mind?
Do you live cool not to confine?
What you tell this old heart of mine.

I wish I knew where you are now.
Why don’t you try another call?
Your number’s dead and
Well I got no objections.
I’m old enough to know
But, it’s weird this night.
I seem to know you better than before.



By: Ighoy Mahardika 14-09-09 02:00 ‘till end

Kamis, 01 Juli 2010

Kematian Abadi

Tak ada yang mendekapmu, semesra kematian.

Tak ada yang merindukanmu, secemas kematian.

Tak ada yang mencintaimu, setulus kematian.

Tak ada yang menantimu, sepasti kematian.


Tak ada yang menerimamu, seikhlas kematian.

Tak ada yang menyayangimu, sebaik kematian.

Tak ada yang menemanimu, sesetia kematian.

Tak ada yang menuntunmu, searah kematian.


Tak ada yang menyelamatkanmu, secepat kematian.

Tak ada yang menyinarimu, secerah kematian.

Tak ada yang menghiasimu, seindah kematian.

Tak ada yang menjanjikanmu, sejujur kematian.

Tak ada yang menyejukkanmu, sesegar kematian.

Tak ada yang menjemputmu, setepat kematian.


Adakah harapan saat kematian datang?

Ikutlah dengannya semasa hidup didunia.

Pasti akan memahami saat jasad berbaring

Dalam indahnya bersama kematian.


By: Ighoy Mahardika

19-11-09

00:20 – 00:55