Kamis, 03 September 2009

Bisikan Mama

Ada seorang bocah termenung disana. Wajahnya polos seolah bertanya. Dia masih terlalu muda untuk mengerti segala kenyataan yang sedang dihadapi ini. Mamanya sekian lama telah tiada. nggak ada lagi tempat untuk bermanja. Ia masih belum siap mengahadapi kenyataan. Langkahnya semakin goyah tanpa tujuan. Namun kini si bocah beranjak dewasa, jiwanya tegar seakan terbuka oleh bisikan mama. Mama, bisikanmu telah memacu semangatku. Gak mau lagi ada resah ragu. Ku kan terus berlari walau jalan kan mendaki karena, tujuan jelas nyata dan pasti.

Tidak ada komentar: